Miratun Hasanah

Just another Blog Civitas UPI site

Manajemen File

November28

File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi.File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system kedalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format. File system Linux kebanyakan menggunakan ext2(baca:secondextended) atauext3,file system yang tidak mengalami fragmentasi seperti halnya file system windows(FAT/FAT32). Ext2 juga memiliki system security yang baik dengan menerapkan access permission untuk owner,groupowner, dan other.

Manfaat Manajemen File

Dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak kita inginkan
Sasaran Manajemen File :

Pengelolaan file adalah kumpulan perangkat lunak sistem yang menyediakan layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan / atau aplikasi.
Biasanya satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah lewat sistem. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengakses data di tiap aplikasi. Sistem pun menyediakan pengendalian terhadap aset penting ini.

  1. 1. Sasaran sistem file adalah sebagai berikut :
    1. Memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai.
    2. Menjamin data pada file adalah valid.
    3. Optimasi kinerja.
    4. Menyediakan dukungan masukan/keluaran beragam tipe perangkat penyimpanan.
    5. Meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan atau perusahaan data.
    6. Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran.
    7. Menyediakan dukungan masukan/keluaran banyak pemakai di sistem multiuser.

Fungsi Manajemen File :

Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :

  1. Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
  2. Mekanisme pemakaian file secara bersama.
  3. Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan    atau dari upaya penghancuran informasi.
  4. Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
  5. Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
  6. Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.
  1. 2. Arsitektur Pengelolaan File :

Pengelolaan file, biasanya terdiri dari :

  1. Sistem Akses

Berkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.

  1. Manajemen file

Berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file seperti :

Penyimpanan

Pengacuan

Pemakaian bersama

Pengamanan

  1. Manajemen Ruang Penyimpan

Berkaitan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.

  1. Mekanisme Integritas File

Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tak terkorupsi. Manajemen Perangkat Masukan / Keluaran di Sistem Operasi : Device Driver

  1. 3. Sistem File

Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :

File

Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.

Direktori

Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.

  1. 4. File, Terhadap beragam pandangan mengenai file, yaitu :

a.         Pemakai :

  • Terhadap file pemakai berkepentingan memahami berikut :
  • Penamaan untuk file
  • Tipe file
  • Atribut file
  • Perintah-perintah untuk manipulasi file.

b.          Pemrograman :

Selain perlu memahami sebagai pemakai, pemrograman perlu memahami:

  • Operasi-operasi terhadap file
  • Perancang,Implementasi pengelolaan file

c.         Penamaan File :

Pemakai mengacu file dengan nama simbolik. Tiap file disistem harus mempunyai nama unik agar tidak ambigu. Penamaan file dengan nama direktori tempat file memberi nama unik. Tidak diperbolehkan nama file yang sama di satu direktori.

Penamaan file berbeda sesuai sistem. Terdapat dua pendekatan yaitu :

  • Sistem yang case – sensitive
  • Sistem case – intensive
  1. Terdapat tiga tipe di sistem operasi, yaitu :

1.    File Reguler, File berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan biner. File ASCII berisi baris teks. File biner adalah file yang bukan file ASCII. Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur internal yang hanya diketahui sistem operasi. Untuk file biner hasil program aplikasi, struktur internalnya hanya diketahui program aplikasi yangmenggunakan file tersebut.

2.    File Direktori, File direktori merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File direktori merupakan file berisi informasi-informasi mengenai file-file yang termasuk dalam direktori itu.

3.    File Spesial, File spesial merupakan nama logik perangkat masukan/keluaran. Perangkat masukan/keluaran dapat dipandang sebagai file. Pemakai dihindarkan dari kerumitan operasi perangkat masukan/keluaran.

File Spesial terbagi dua yaitu :

a.     File spesial karakter, File spesial karakter berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran aliran karakter file ini memodelkan perangkat masukan/keluaran seperti:

o   Terminal

o   Printer

o   Port jaringan

o   Modem dan alat –alat yang bukan penyimpan sekunder.

b.         File spesial blok, File spesial blok berhubungan dengan  perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan blok-blok data (berorientasi blok)

  1. Atribut File

Informasi tambahan mengenai file untuk memperjelas dan membatasi operasi-operasi yang dapat diterapkan. Atribut dipergunakan untuk pengelolaan file.

  1. Operasi pada file

o   Create : Menciptakan berkas

o   Delete : Menghapus berkasOpen : Membuka berkas untuk menyimpan proses selanjutnya

o   Close : Menutup berkas utuk menyimpan semua informasi ke berkas dan mendealokasikansumber daya yang digunakan

o   Read : Membaca data pada berkas

o   Write : Memodifikasi data pada berkas, yaitu pada posisi yang ditunjuk

o   Append : Menambah data pada berkas, merupakan operasi write yang lebih spesifik, yaitu di akhir berkas

o   Seek : Mencari lokasi tertentu, hanya berlaku untuk berkas akses lacak Get attributes Membaca atribut-atribut berkas, Set attributes Menuliskan (memodifikasi) atribut-atribut berkas

o   Rename : Mengganti nama berkas

  1. 5. Direktori

Direktori berisi informasi mengenai file. Direktori sendiri adalah file, dimiliki oleh sistem operasi dapat diakses dengan rutin sistem operasi. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.

  1. 6. Shared File

Shared file adalah file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori (pemakai), tapi juga oleh direktori-direktori (pemakai) lain. Sistem file tidak lagi berupa pohon melainkan directed acyclic graph (DAG).
Masalah-masalah yang terdapat pada shared file adalah sebagai berikut :

  • Metode implementasi shared file
  • Metode pemberian hak akses pada shared file
    • Metode pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan yang secara simultan dilakukan pemakai-pemakai yang mengacu file. Persoalan pengaksesan simultan ini menyangkut integritas atau kogerensi data.
  1. 7. Sistem Akses File

Sistem akses merupakan pilihan, yaitu :

  • Dapat menjadi bagian dari sistem operasi atau
  • Sistem operasi sama sekali tidak mempunyai komponen sistem akses.

Cara akses perangkat penyimpanan :

Perangkap penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu:

1.           Perangkat akses sekuen (sequential access devices)

2.           Perangkat akses acak (random access devices)

3.          Perangkat akses sekuen, Proses harus membaca semua byte atau rekord file  secara berturutan mulai dari awal, tidak dapat meloncati dan membaca di luar uraian.

  1. 8. Organisasi File

Elemen pokok perancangan sistem akses adalah cara rekord-rekord diorganisasikan atau distrukturkan.

Beberapa kriteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah :

  1. Redundansi yang kecil
  2. Pengaksesan yang cepat
  3. Kemudahan dalam memperbaharui
  4. Pemeliharaan yang sederhana
  5. Kehandalan yang tinggi

Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :

  1. File pile (pile)
  2. File sekuen (sequential file)
  3. File sekuen berindeks (indexed-sequential file)
  4. File berindeks majemuk (multiple-indexed file)
  5. File ber-hash (hashed or direct file)
  6. File cincin (multi ring file)

 

Operasi pada File dan Direktori

 

File

  • cat                  Menampilkan isi file.
  • cp                    Menyalin satu atau beberapa file.
  • find                 Mencari file tertentu pada suatu direktori.
  • ls                      Menampilkan informasi dari file.
  • more                Menampilkan isi suatu file teks per layar.
  • mv                   Memindahkan file ke direktori lain atau mengubah nama file.
  • pg                    Menampilkan isi suatu file teks per layar.
  • rm                    Menghapus file.

Direktori

  • cd                    Mengaktifkan suatu direktori sebagai direktori kerja.
  • copy                Menyalin seluruh struktur direktori (termasuk file dan subdirektori).
  • mkdir               Membuat direktori baru.
  • pwd                 Menampilkan nama direktori kerja.
  • rmdir               Menghapus direktori.
  • mv                   Mengubah nama direktori.

Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:
-f atau –force
Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
-i atau –interactive
Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
-b atau –backup
Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

Membuat dan menghapus direktori
Membuat banyak direktori
$ mkdir dir1 dir2
Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan -p setelah perintah mkdir
$ mkdir -p d1/d2/d3
Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error
mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3′: No such file or directory
Menghapus direktori
$ cp text1d1/d2
$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2
-p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir)

pasti akan muncul error
rmdir: failed to remove directory `d1/d2′: Directory not empty
karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2
$ rm d1/d2 text1
$ rmdir -p d1/d2
Menghapus file atau direktori secara rekursif
Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm
dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)
$ rm -r d1

Membuat file kosong
Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak

$ touch file1 file2 file3
Menggunakan perintah find
Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau
waktu
$ find . -name “text”
Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text. Untuk pencarian
berdasarkan tipe dan waktu silahkan cari sendiri 😀
Kompresi file
Ketika ingin membuat cadangan, arsip atau mengirimkan file yang banyak, biasanya kita menggunakan
kompresi. Dalam lingkungan linux, ada dua program yang populer untuk kompresi yaitu gzip dan
bzip2. Perintah gzip menggunakan algoritma Lempel-Ziv, sementara bzip2 menggunakan algoritma
Burrows-Wheeler.

Kompresi dengan gzip
$ cp /etc/services .
$ ls -l
$ gzip services
$ ls -l
Lihat perbedaan ukuran file services sebelum dan sesudah di kompres.
Tambahkan -d untuk dekompresi.
$ gzip -d services.gz
Kompresi dengan bzip2
$ bzip2 services
gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2
$ bunzip2 services.bz2

referensi :

Pengertian%20manajemen%20file%20_%2030riyadh%27s%20Blog.html

MANAJEMEN%20FILE%20_%20Sistem%20Operasi%E2%80%A6%E2%80%A6.html

http://ariya.pandu.org/linux/feature/fileman/fileman.htm
http://www.galihsatria.com/galih/faces/sisop.js
http://bebas.vlsm/v06/kuliah/SistemOperasi/Buku/
http://group.yahoo.com/group/sistemoperasi/

Tabel Subdirektori dari Direktori Root :

Direktori Isi
/bin Program-program umum, dipakai oleh system, administrator dan user
/boot File startup dan kernel, vmlinuz. Pada distribusi sekarang ini termasuk grub data. Grub adalah GRand Unified Boot loader dan dapat menggantikan banyak boot-loaders yang berbeda yang kita ketahui sekaranag ini.
/dev Berisi referensi kepada semua komponen hardware CPU, yang direpresentasikan dengan property khusus.
/etc File konfigurasi sistem paling penting terdapat pada /etc, direktori ini meyimpan data yang mirip dengan Control Panel pada Windows.
/home Direktori home untuk semua user umum.
/initrd (pada beberapa distribusi) Berisi informasi untuk booting. Tidak boleh dihapus!
/lib File library, termasuk file – file untuk semua jenis program yang dibutuhkan oleh sistem dan user.
/lost+found Setiap partisi memiliki sebuah lost+found pada setiap direktori diatasnya. File – file yang tersimpan sebelum terjadi crash tersimpan disini.
/misc Untuk pengunaan serba guna.
/mnt Titik penyambungan standar untuk file sistem eksternal, seperti CD-ROM, kamera digital, floppy, USB
/net Titik penyambungan standar untuk file sistem remote
/opt Pada umumnya berisi software ekstra dan pihak ketiga (tambahan)
/proc Sebuah virtual file system yang mengandung informasi mengenai system resource. Informasi lebih lanjut mengenai pengertian dari file pada proc diketahui dengan memasukkan perintah man proc pada terminal. File proc.txt membicarakan detil dari virtual file system.
/root Direktori home dari user administrator. Perlu dibedakan antara /,direktori root dan /root, direktori home dari user root
/sbin Program-program yang dipakai oleh sistem dan administrator
/tmp Memori sementara yang dipakai oleh sistem.
/usr Program-program, libraries, dokumentasi dll. Untuk semua program yang terkait dengan user.
/var Media penyimpanan untuk semua file variabel dan file sementara yang dibuat oleh user seperti file log, antrian mail, print spooler area, memori untuk penyimpanan sementara dari file yang sudah di download dari internet atau untuk menyimpan image dari CD sebelum dibakar.
posted under Uncategorized

Email will not be published

Website example

Your Comment: