Miratun Hasanah

Just another Blog Civitas UPI site

Tugas Seminar Review Jurnal

February24

Nama    : Miratun Hasanah

NIM       : 1105825

Kelas     : ILKOM-C 2011

Blog       : http://mirsuv.blog.upi.edu/

 

Resume jurnal :

ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER EKONOMI BENTUK ESSAY KELAS X DI SMA NEGERI 5 JEMBER TAHUN AJARAN 2011-2012

Oleh :  Gita Sandra Novianti

Sumber : http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26981

 

Jurnal ini membahas mengenai analisis tentang kualitas butir soal pada essay. Latar belakang  jurnal ini dibuat adalah atas dasar kualitas sebuah tes essay yang di tentukan dari validasi soal dan tingkat kesukaran yang berbeda-beda. Pada tahun 2011-2012 menunjukkan hasil UTS yang kurang memuaskan bila dibandingkan dengan  hasil ulangan harian. Berdasarkan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  yang telah dilakukan  didapatkan bahwa soal belum terbukti valid, soal yang dibuat memiliki kualitas yang rendah, kurang komunikatif, kurang spesifik, kurang mengasah kemampuan,berpikir siswa, dan guru pun di rasa kurang tepat dengan aspek intelektual yang hendak diukur(takhnik penskoran). Guru menggunakan nilai yang seragam untuk semua jenis soal tanpa melihat tingka kesukarannya setiap soal. Perbandingan proposional yang dimilliki guru adalah 6:5:1. Hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas soalnya sukar.  Hasil penelitian menunjukkan 6 soal buatan guru memiliki daya beda yang rendah, 5 soal memiliki tingkat daya beda cukup dan hanya 4 soal yang memiliki daya beda tinggi. Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa soal ujian tengah semester ekonomi bentuk essay kelas X di SMA Negeri 5 Jember tahun ajaran 2011-2012 masih kurang berkualitas sehingga membutuhkan beberapa perbaikan.

 

Analisis butir soal dengan anbuso

Oleh : ali Muhson

 

Sumber : staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ali%20Muhson,%20S.Pd.,M.Pd./ANALISIS%20BUTIR%20SOAL%20DENGAN%20ANBUSO.pdf

Jurnal ini mengenalkan kita tentang sebuah software yang sangat bagus yaitu Software AnBuso (Analisis Butir Soal) merupakan program analisis butir soal yang dikembangkan secara sederhana untuk membantu dalam membuat administrasi guru, khususnya yang terkait dengan analisis butir soal. AnBuso dikembangkan dengan program Microsoft Excel sehingga mempermudah guru dalam menggunakannya

Ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan AnBuso, diantaranya adalah :

 

• Sederhana programnya

 

• Mudah menggunakannya

 

• Compatible

 

• Praktis penggunaannya

 

• Tersedia juga untuk tes subjektif

 

• Ada pengelompokan remidial

 

• Hasil analisis dalam format laporan

 

• Hasil analisis grafik tersedia

 

• Tidak berbayar (FreeCharge)

 

Didalam AnBuso berisi dua hal yaitu data input dan laporan. Data input terdiri dari Input01 yang memberi kesempatan untuk mengisi data umum, dan  Input02  yang berisi identitas peserta tes dan jawabannya. Jika kedua input tersebut sudah terisi maka secara otomatis akan dibuat laporan nantinya.

 

ANALISIS BUTIR SOAL TES KENDALI MUTU KELAS XII SMA

MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI DI KOTA YOGYAKARTA

TAHUN 2012

 

Oleh : Ata Nayla Amalia dan Ani Widayati

Sumber : http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/26981/gdlhub%20%28186%29a_1.pdf?sequence=1

 

Hasil penelitian ini  diperkuat dengan adanya  teori  menurut Daryanto (2007: 193)

bahwa distraktor dapat dikatakan berfungsi dengan baik jika  paling sedikit dipilih oleh 5%

pengikut tes. Penelitian ini juga selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh

Finda Lestari  bahwa  butir soal yang baik pengecohnya akan dipilih secara merata oleh

peserta didik yang menjawab salah, sebaliknya butir soal yang kurang baik pengecohnya

dipilih secara tidak merata.

Besarnya persentase butir soal dengan kualitas  distractor  yang kurang baik

mengidentifikasi bahwa pengecoh belum dapat berfungsi dengan baik, pengecoh terlalu

mencolok, menyesatkan, dan cenderung heterogen. Pengecoh tersebut tidak memiliki daya

tarik yang besar bagi peserta tes yang kurang memahami konsep atau kurang menguasai

materi mata pelajaran Ekonomi Akuntansi

 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan butir soal Tes Kendali Mutu kelas XII

SMA mata pelajaran Ekonomi Akuntansi di Kota Yogyakarta tahun 2012 maka dapat

disimpulkan bahwa secara keseluruhan soal Tes Kendali Mutu kelas XII SMA mata pelajaran

Ekonomi Akuntansi di Kota Yogyakarta tahun 2012 baik seri A, B, C, D, maupun E termasuk

soal dengan kualitas baik.

 

PENGARUH MEDIA MODEL PARTIKEL MATERI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII

Oleh : Wiwin Supiyah

Sumber : http://repository.upi.edu/4140/

 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh media model partikel materi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kuasi eksperimen jenis two group pre-test post-test.Subjek penelitian adalah 64 orang siswa kelas VIII salah satu SMP swasta di kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, pengisian angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan pencapaian keterampilan berpikir kritis siswa rata-rata meningkat sebesar 68,02% yang termasukkategoribaik.Uji beda rata-rata menggunakan independent ttest menunjukan signifikansi (sig.(2-tailed))sebesar 0,036,artinyaterdapat perbedaanpeningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa berpendapat bahwa pembelajaran dengan media model membuat mereka ingin lebih banyak bertanya; mudah mendefinisikan atom, ion, dan molekul; memudahkan siswa membuat hipotesis dan kesimpulan, dan menggolongkan contoh-contoh. Sementara itu, menurut pendapat guru media model menarik, meningkatkan keinginan siswa untuk belajar dan memudahkan guru menjelaskan materi. Berdasarkan hasil penelitian, media model dapat menjadi alternatif dalam proses pembelajaran. The student of secondary school has cognitive development on concrete level, but lesson about something abstract should be understood and skill of critical thinking should had. The purpose of this research is for getting the information about the influence of material particel model media on invroving skill of critism thinking of the student of VIII junior high school. This research is done by using quasi experiment methods in short of two group pre-test post-test. The research subject are 64 people students class on one of private junior high school at Bandung city. Data is collected by writting test. questionnaire, and interview. The result of research shows that achievement of critical thinking skill of students are improve significantly 68, 02 % and it includes a good category. Different mean test that use independent test show that the significance (sig.(2-tailed)) is 0,036 , means that there is an improvement on skill of critical thinking significantly to experiment class if compared with control class. The opinion of students shows that learning by model media made students want to asking questions more; definite atom, ion and molecule easily; and facilitate students for making hypothesis, conclutions, and classificate the examples. On the other side, the opinion of teacher said that model media is interesting, improves the desire of student to study hard and facilitates teacher to explain the lesson. By the result of research, media model can be the one of alternatives for learning proccess.

 

Perancangan  Struktur  Data Warehouse  Untuk Mendukung Perencanaan Pemasaran

Produk Menggunakan Star Schema.

Oleh : Dewi Kania Widyawati

sumber : http://ojs.jurnal-esai.org/index.php/ojsesai/article/viewFile/15/14

Data warehouse adalah suatu bentuk database yang memiliki kapasitas data yang tinggi dan tidak operasional. gudang

struktur data pemasaran produk dikembangkan dengan menggunakan skema bintang sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi pemasaran produk dengan berbagai kriteria dimensi. Data direkam ke

pemasaran produk data warehouse diekstrak dari data dalam database operasional. oleh

menerapkan data warehouse ini, pimpinan perusahaan akan dapat mengevaluasi dan merencanakan produk mudah berdasarkan wilayah pemasaran tertentu dan mengevaluasi kinerja agen yang menjadi

/ partner nya. Agar data dalam data warehouse pemasaran produk dapat diakses mudah, perlu untuk mengembangkan aplikasi khusus dan struktur data warehouse perlu akan terus dikembangkan sehingga menjadi lebih komprehensif.

 

Dengan dibangunnya  data warehouse  pemasaran produk, maka penelusuran informasi terkait dapat

dilakukan dengan mudah dan lebih fleksibel.  Informasi yang disajikan dari  data warehouse  pemasaran produk dapat  dipergunakan untuk membantu pimpinan perusahaan dalam proses evaluasi dan perencanaan  dan proses evaluasi kinerja  pemasaran  agen pemasaran  produk pada wilayah pemasaran tertentu.   Juga membantu perusahaan dalam mencermati  trend    barang yang diminati pada masing-masing wilayah pemasaran.

 

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERUMAHAN DENGAN METODE AHP MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE

Oleh : Armadyah Amborowati

Sumber : dosen.amikom.ac.id/downloads/artikel/PEMILIHAN%20LOKASI%20PERUMAHAN.doc

Jurnal ini ditujukan sebagai penentuan perumahan mana yang harus dipilih oleh konsumen. Biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya harga, lokasi, fasilitas umum, perijinan, desain rumah, dan kedibilitas dari developer. Makalah ini bertujuan untuk mencari kriteria-kriteria yang digunakan didalam pemilihan perumahan oleh konsumen. Kriteria-kriteria tersebut dianalisis menggunakan metode AHP menggunakan software Expert Choice. Analytical Hierarchy Process ( AHP )  adalah suatu metode unggul untuk memilih aktivitas yang bersaing atau banyak alternatif berdasarkan kriteria tertentu. Atau khusus. Hasil analisis yang didapat kriteria tertinggi adalah perijinan legal tidaknya kepemilikan atas tanah dan bangunnya. Proses pemilihan lokasi perumahan oleh konsumen terdiri dari enam kriteria yaitu harga, lokasi, perijinan, desain rumah, dan kredibilitas developer. Harga

Konsumen lebih memilih harga rumah yang sesuai dengan dana yang mereka punyai.

  • Lokasi

Lokasi perumahan yang strategis lebih dilirik oleh konsumen, misalnya, dekatnya dengan jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat kantor, sekolahan, dan banyak lain.

  • Fasilitas Umum

Fasilitas umum disini adalah fasilitas umum yang disediakan pihak developer di lokasi perumahan. Misalnya kolam renang, hotspot, line telepon, ruko, dan area permainan.

  • Perijinan

Perijinan yang dimaksud adalah legal tidaknya seluruh perijinan yang telah dilakukan oleh pihak developer, misalnya IMB, Legalitas pembebasan tanah, Hak Milik Bangunan, Sertifikat dan lain sebagainya.

  • Desain Rumah

Semakin bagus dan rumit sebuah desain maka harganyapun semakin tinggi.

  • Kredibilitas Developer

Nama sebuah developer ternyata juga memjadi pertimbangan konsumen dalam memilih sebuah perumahan. Hal ini berhubungan dengan unsur kepercayaan dari konsumen dan dari lembaga perbankan.

Bobot tertinggi adalah kriteria lokasi, disusul harga, fasilitas umum, desain rumah, dan terakhir kredibilitas developer. Dari enam kriteria tersebut setelah diuji dengan software Expert Choice hasilnya memang sudah sesuai dengan rangking alternatif nama perumahan yang konsumen inginkan.

Sistem Pendukung Keputusan Pra-Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online Yogyakarta

Oleh : Dina Andayati

Sumber : jurtek.akprind.ac.id/sites/default/files/145-153_dina_andayati.pdf

Jurnal ini membahas tentang pentingnya peran system informasi dalam pengambilan kesimpulan yang akurat, karena didukung oleh data-data yang tepat waktu, membuka wacana akan pentingnya informasi, dan basis datalah pendukung suatu keputusan sebagai pemodelan

Data tentang selebaran nilai UAN berbentuk table distribusi frekuensi, dan dalam penelitian yang penulis lakukan  hanya sebanyak 8 kelas yang dicantumkan, sedangkan data aslinya terdapat 42 kelas, dengan rentang paling tinggi ke rendah. Berdasarkan Nilai UAN SMP di kota Yogyakarta tahun 2007, data daya tamping dan data rekapitulasi siswa baru dapat dibuat di database untuk pengambilan keputusan sekolah dengan kriteria ditolak dan diterima. Dengan menggunakan SI dan Bahasa pemrograman yang mendukung, maka didapatlah hasil yang akurat. Untuk itu orang tua berperan penting dan harus memperhatikan hal ini juga demi kebaikan anak-anaknya juga, jadi tidak asal memilih sekolah tanpa ilmu yang ada.

Sistem Informasi  Kepuasan Pelanggan Terhadap Tabungan Mutiara (Studi Kasus : PT. Bank Maluku)

Oleh : Ade Iriani,  Augie David Manuputty, Wendy Grace Irene Patty

Sumber : cls.maranatha.edu/khusus/ojs/index.php/jurnal-sistem-informasi/article/viewFile/522/pdf

Sistem Informasi Kepuasan Pelanggan Terhadap Tabungan Mutiara memberikan kemudahan bagi pengguna yaitu nasabah Tabungan Mutiara dalam memberikan aspirasinya terhadap layanan Tabungan Mutiara serta memperoleh informasi seputar Bank Maluku, sebaliknya bagi Bank Maluku sistem ini dapat membantu untuk memperlihatkan tingkat kepuasan pelanggan Tabungan Mutiara sehingga dapat dijadikan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya,(2) sistem yang  dibangun memiliki kemudahan dalam pengoperasian sehingga menjadikan sistem lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya untuk membantu pengambilan keputusan, (3) penerapan metode Likert sebagai metode perhitungan  pada sistem informasi kepuasan pelanggan, maka mempermudah dalam melakukan pengelompokkan tingkat kepuasan nasabah Tabungan Mutiara. Nasabah  melakukan pengisian kuesioner dan  jawaban nasabah secara otomatis tersimpan pada database. Dalam

menentukan  tingkat kepuasan nasabah diperlukan proses perhitungan yaitu mencari rata-rata skor per responden dari total jawaban per responden. Kemudian rata-rata skor jawaban per responden dikelompokkan berdasarkan range score skala likert maka hasilnya berupa tingkat kepuasan nasabah yaitu sangat tidak puas, tidak puas,netral, puas dan sangat puas, (4) sistem dapat memberikan laporan tingkat kepuasan nasabah Tabungan Mutiara sesuai dengan periode tertentu  (per bulan),

(5) sistem mempunyai batasan hak akses sehingga keamanan datanya terjamin, (6) dengan adanya Sistem Informasi Kepuasan Pelanggan ini maka dapat menunjang sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap nasabahnya.

 

Aplikasi Database Karyawan Bagian Marketing dengan Studi Kasus Pada PT.CIC Futures

 

Oleh : Radiant Victor Imbar, Mulyadi

Sumber : cls.maranatha.edu/khusus/ojs/index.php/jurnal-sistem-informasi/article/viewFile/522/pdf

 

PT.CIC Futures adalah divisi investasi dari CIC Group (Century Intervest Corporation) dengan pusat bisnis berada di Singapura, dan merupakan perusahaan Pialang Berjangka di Indonesia yang berkedudukan di Jakarta. CIC Futures sendiri berdiri pada tanggal 17 Mei 2000. Sesuai dengan Undang – undang No.32 tahun 1997, PT.CIC Futures adalah perusahaan yang berhak melakukan penarikan dan

penghimpunan dana masyarakat yang akan berinvestasi di bidang perdagangan berjangka komoditi dengan legal.  Aplikasi ini telah dapat menampilkan laporan employee dengan cepat dan tepat, telah dapat menghitung komisi dengan tepat sesuai dengan  type account yang tersedia, dapat mencari data yang telah terstruktur  rapi dengan menggunakan hak akses, dapat membantu manager dalam pengecekan dan pencetakan grade, reward, laporan para employee.

Namun sangat disayangkan hasilnya kurang memuaskan karena Desain terlalu simple, Aplikasi dapat digunakan secara mobile atau via internet, Aplikasi dapat digunakan secara server – client, Error handilng terlalu simple dan monoton.

 

PEMBUATAN COMPANY PROFIL BERBASIS MULTIMEDIA FLASH PD BPR BANK DAERAH KARANGANYAR

 

Oleh : Ratna Arica Rina, Ayu Fiska Nuryna

Sumber : http://unsa.ac.id/ejournal/index.php/speed/article/view/902/613

 

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu supaya dapat digunakan sebagai media promosi dan informasi PD BPR Bank Daerah Karanganyar. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah Observasi,

Kepustakaan, Wawancara, Analisis, Perancangan  company profile, Editing dan Implementasi. Hasil

yang dicapai dalam penelitian adalah  Company Profile berbasis multimedia flash PD BPR Bank

Daerah Karanganyar yang diharapkan dapat digunakan sebagai sarana promosi dan informasi. PD BPR Bank Daerah Karanganyar adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dibidang keuangan. Dalam upaya untuk menyebarkan informasi dan produk, maka dibutuhkan  company profile yang menarik, efektif dan modern dengan menggunakan adobe flash. Jurnal yang sangat menarik buat saya karena jujur saya juga pengguna sejati dan pecinta adobe flash.  Dengan adanya pengembangan company profil berbasis multimedia flash PD BPR ini dapat dijadikan sebagai media promosi sehingga nasabah pun semakin bertambah yang dulunya sekitar 200 nasabah kini dengan adanya profil yang menggunakan adobe flash menjadi kurang-lebih 300 nasabah.  Secara otomatis, pihak bank Daerah Karanganyar sangat diuntungkan berkat adanya profil perusahaan berbasis flash ini.

Linux Permission

November28

Pada dasarnya konsep file permission di GNU/Linux adalah suatu pengaturan kepemilikan file/folder berdasarkan user dan/atau group. Kepemilikan file/folder bisa diberikan kepada user/group. Secara garis besar file permission dibagi menjadi tiga yaitu user, group dan other. Setiap file/folder di system file memiliki tiga atribut yaitu owner, group, dan mode. Owner adalah id dari user pemilik file/folder tersebut. Group adalah gid dari grup dimana user pemilik file/folder tersebut terdaftar. Mode adalah sederetan angka 0 dan 1 untuk menyatakan flags akses terhadap suatu file/folder.

Cara paling mudah untuk melihat atau mengetahui ketiga atribut tersebut adalah dengan menjalankan perintah ls dengan memberikan opsi -l

rotyyu@sarimula:~/skrip$ ls -l
total 12
-rwxr--r-- 1 rotyyu rotyyu 139 2007-10-30 20:00 eth_link_stat.sh
-rwxr--r-- 1 rotyyu rotyyu 595 2007-10-30 20:32 mkdev.sh

Dari hasil perintah tersebut terlihat ada dua berkas yaitu eth_link_stat.sh dan mkdev.sh (walaupun sebenarnya total ada 12, karena sudah diedit), yang dapat diketahui dari kolom ke-9. Kedua berkas tersebut dimiliki oleh user rotyyu (kolom ke-4) yang tergabung dalam grup rotyyu (kolom ke-5). Sedangkan mode atau permission berkas tersebut dapat dilihat pada kolom ke-2 yang sama-sama bernilai rwxr—r--. Penjelasan kolom lainnya adalah sebagai berikut, kolom pertama, tepat sebelum kolom permission, menyatakan apakah sebuah berkas merupakan direktori atau bukan, direktori dinyatakan dengan d sedangkan berkas biasa (regular file) dinyatakan dengan . Kolom ke-3 menyatakan banyaknya hard link ke berkas tersebut (akan dibahas pada kesempatan lain). Kolom ke-6, setelah nama grup, menyatakan ukuran dari berkas tersebut dalam bytes. Kolom berikutnya merupakan informasi tanggal dan waktu berkas terebut diubah terakhir kali.

Pada kolom permission, tiga karakter pertama merupakan perizinan untuk user pemilik berkas tersebut (owner), tiga karakter berikutnya untuk grup (group), dan sisanya untuk yang lainnya (other). Karakter-karakter tersebut mewakili permission [r]ead (dapat dibaca), [w]rite (dapat ditulis), dan e[x]cute (dapat dieksekusi). Pengaturan file permission dengan cara ini (menggunakan karakter huruf) sebenarnya dapat dinyatakan dengan bilangan oktal (dan inilah sebenarnya yang berlaku karena karakter rwx digunakan hanya untuk mempermudah).
Dalam sistem bilangan oktal (basis delapan), permission dinyatakan dalam tiga digit, 4 untuk r, 2 untuk w, dan 1 untuk x. Dari contoh sebelumnya dapat diketahui bahwa kedua berkas tersebut memiliki permission 744 (terkadang harus ditulis sebagai 0744, prefix 0 menyatakan bilangan oktal), yang dapat digambarkan sebagai berikut: bila ijin baca akan diberikan maka bit yang berisi r diisi dengan 1, sebaliknya jika ijin baca ditiadakan maka bit r diisi dengan 0, demikian juga untuk permission lainnya (write dan execute).

user group other
rwx r-- r--
111 100 100
7 4 4

Menetapkan Kepemilikan (Ownership)
Untuk menetapkan kepemilikan suatu berkas, dapat dilakukan dari konsole/terminal/shell dengan bantuan perintah chown (“change own”) untuk mengubah user pemilik suatu file/folder dan chgrp (“change group”) untuk mengubah grup. Contoh untuk mengubah berkas eth_link_stat.sh menjadi milik user el_magnifico

$ chown el_magnifico eth_link_stat.sh

Untuk mengubah grup menjadi barca

$ chgrp barca eth_link_stat.sh

NB : perubahan ini hanya dapat dilakukan oleh user pemilik berkas atau root.

Menetapkan Permission
Untuk menetapkan permission dapat digunakan dengan dua cara yaitu menggunakan bilangan oktal atau karakter. Perintah yang digunakan adalah chmod (“change mode”) yang dijalankan dari CLI (Command Line Interface).

Jika menggunakan bilangan oktal, maka bit yang akan diset diisi dengan 1, dan jika ditiadakan maka diisi dengan 0. Contoh, untuk menambahkan ijin eksekusi untuk berkas mkdev.sh untuk group dan other

$ chmod 755 mkdev.sh

Sedangkan jika menggunakan karakter, maka perijinan diberikan dengan menyertakan tanda + (plus) didepan karakter yang menyatakan suatu perijinan, dan tanda – (minus) untuk meniadakan suatau perijinan. Karakter yang digunakan adalah

r -> read
w -> write
x -> execute

dan untuk melambangkan siapa yang akan diberi permisi maka digunakan karakter

u -> user (owner)
g -> group
o -> other
a ->
all, merupakan gabungan dari user+group+other

Contoh, untuk meniadakan ijin baca untuk group dan other dari berkas eth_link_stat.sh

$ chmod og -w eth_link_stat.sh

Kedua metode (menggunakan bilangan oktal atau karakter) ini sama saja, silakan memilih sesuai dengan selera dan kemampuan. Cara kedua (menggunakan karakter) relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan cara pertama yang mengharuskan seorang user memahami konversi bilangan berbasis oktal, biner, dan desimal.

referensi :

http://donairl.blogspot.com/2005/11/mengenal-file-permission-di-linuxunix.html

http://www.computerhope.com/unix/uchmod.html

Manajemen File

November28

File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi.File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system kedalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format. File system Linux kebanyakan menggunakan ext2(baca:secondextended) atauext3,file system yang tidak mengalami fragmentasi seperti halnya file system windows(FAT/FAT32). Ext2 juga memiliki system security yang baik dengan menerapkan access permission untuk owner,groupowner, dan other.

Manfaat Manajemen File

Dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus secara tidak disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan hal lain yang tidak kita inginkan
Sasaran Manajemen File :

Pengelolaan file adalah kumpulan perangkat lunak sistem yang menyediakan layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan / atau aplikasi.
Biasanya satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah lewat sistem. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengakses data di tiap aplikasi. Sistem pun menyediakan pengendalian terhadap aset penting ini.

  1. 1. Sasaran sistem file adalah sebagai berikut :
    1. Memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai.
    2. Menjamin data pada file adalah valid.
    3. Optimasi kinerja.
    4. Menyediakan dukungan masukan/keluaran beragam tipe perangkat penyimpanan.
    5. Meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan atau perusahaan data.
    6. Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran.
    7. Menyediakan dukungan masukan/keluaran banyak pemakai di sistem multiuser.

Fungsi Manajemen File :

Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :

  1. Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
  2. Mekanisme pemakaian file secara bersama.
  3. Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan    atau dari upaya penghancuran informasi.
  4. Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
  5. Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
  6. Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.
  1. 2. Arsitektur Pengelolaan File :

Pengelolaan file, biasanya terdiri dari :

  1. Sistem Akses

Berkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.

  1. Manajemen file

Berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file seperti :

Penyimpanan

Pengacuan

Pemakaian bersama

Pengamanan

  1. Manajemen Ruang Penyimpan

Berkaitan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.

  1. Mekanisme Integritas File

Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tak terkorupsi. Manajemen Perangkat Masukan / Keluaran di Sistem Operasi : Device Driver

  1. 3. Sistem File

Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :

File

Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.

Direktori

Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.

  1. 4. File, Terhadap beragam pandangan mengenai file, yaitu :

a.         Pemakai :

  • Terhadap file pemakai berkepentingan memahami berikut :
  • Penamaan untuk file
  • Tipe file
  • Atribut file
  • Perintah-perintah untuk manipulasi file.

b.          Pemrograman :

Selain perlu memahami sebagai pemakai, pemrograman perlu memahami:

  • Operasi-operasi terhadap file
  • Perancang,Implementasi pengelolaan file

c.         Penamaan File :

Pemakai mengacu file dengan nama simbolik. Tiap file disistem harus mempunyai nama unik agar tidak ambigu. Penamaan file dengan nama direktori tempat file memberi nama unik. Tidak diperbolehkan nama file yang sama di satu direktori.

Penamaan file berbeda sesuai sistem. Terdapat dua pendekatan yaitu :

  • Sistem yang case – sensitive
  • Sistem case – intensive
  1. Terdapat tiga tipe di sistem operasi, yaitu :

1.    File Reguler, File berisi informasi, terdiri dari file ASCII dan biner. File ASCII berisi baris teks. File biner adalah file yang bukan file ASCII. Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur internal yang hanya diketahui sistem operasi. Untuk file biner hasil program aplikasi, struktur internalnya hanya diketahui program aplikasi yangmenggunakan file tersebut.

2.    File Direktori, File direktori merupakan file yang dimiliki sistem untuk mengelola struktur sistem file. File direktori merupakan file berisi informasi-informasi mengenai file-file yang termasuk dalam direktori itu.

3.    File Spesial, File spesial merupakan nama logik perangkat masukan/keluaran. Perangkat masukan/keluaran dapat dipandang sebagai file. Pemakai dihindarkan dari kerumitan operasi perangkat masukan/keluaran.

File Spesial terbagi dua yaitu :

a.     File spesial karakter, File spesial karakter berhubungan dengan perangkat masukan/keluaran aliran karakter file ini memodelkan perangkat masukan/keluaran seperti:

o   Terminal

o   Printer

o   Port jaringan

o   Modem dan alat –alat yang bukan penyimpan sekunder.

b.         File spesial blok, File spesial blok berhubungan dengan  perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan blok-blok data (berorientasi blok)

  1. Atribut File

Informasi tambahan mengenai file untuk memperjelas dan membatasi operasi-operasi yang dapat diterapkan. Atribut dipergunakan untuk pengelolaan file.

  1. Operasi pada file

o   Create : Menciptakan berkas

o   Delete : Menghapus berkasOpen : Membuka berkas untuk menyimpan proses selanjutnya

o   Close : Menutup berkas utuk menyimpan semua informasi ke berkas dan mendealokasikansumber daya yang digunakan

o   Read : Membaca data pada berkas

o   Write : Memodifikasi data pada berkas, yaitu pada posisi yang ditunjuk

o   Append : Menambah data pada berkas, merupakan operasi write yang lebih spesifik, yaitu di akhir berkas

o   Seek : Mencari lokasi tertentu, hanya berlaku untuk berkas akses lacak Get attributes Membaca atribut-atribut berkas, Set attributes Menuliskan (memodifikasi) atribut-atribut berkas

o   Rename : Mengganti nama berkas

  1. 5. Direktori

Direktori berisi informasi mengenai file. Direktori sendiri adalah file, dimiliki oleh sistem operasi dapat diakses dengan rutin sistem operasi. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.

  1. 6. Shared File

Shared file adalah file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori (pemakai), tapi juga oleh direktori-direktori (pemakai) lain. Sistem file tidak lagi berupa pohon melainkan directed acyclic graph (DAG).
Masalah-masalah yang terdapat pada shared file adalah sebagai berikut :

  • Metode implementasi shared file
  • Metode pemberian hak akses pada shared file
    • Metode pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan yang secara simultan dilakukan pemakai-pemakai yang mengacu file. Persoalan pengaksesan simultan ini menyangkut integritas atau kogerensi data.
  1. 7. Sistem Akses File

Sistem akses merupakan pilihan, yaitu :

  • Dapat menjadi bagian dari sistem operasi atau
  • Sistem operasi sama sekali tidak mempunyai komponen sistem akses.

Cara akses perangkat penyimpanan :

Perangkap penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu:

1.           Perangkat akses sekuen (sequential access devices)

2.           Perangkat akses acak (random access devices)

3.          Perangkat akses sekuen, Proses harus membaca semua byte atau rekord file  secara berturutan mulai dari awal, tidak dapat meloncati dan membaca di luar uraian.

  1. 8. Organisasi File

Elemen pokok perancangan sistem akses adalah cara rekord-rekord diorganisasikan atau distrukturkan.

Beberapa kriteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah :

  1. Redundansi yang kecil
  2. Pengaksesan yang cepat
  3. Kemudahan dalam memperbaharui
  4. Pemeliharaan yang sederhana
  5. Kehandalan yang tinggi

Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :

  1. File pile (pile)
  2. File sekuen (sequential file)
  3. File sekuen berindeks (indexed-sequential file)
  4. File berindeks majemuk (multiple-indexed file)
  5. File ber-hash (hashed or direct file)
  6. File cincin (multi ring file)

 

Operasi pada File dan Direktori

 

File

  • cat                  Menampilkan isi file.
  • cp                    Menyalin satu atau beberapa file.
  • find                 Mencari file tertentu pada suatu direktori.
  • ls                      Menampilkan informasi dari file.
  • more                Menampilkan isi suatu file teks per layar.
  • mv                   Memindahkan file ke direktori lain atau mengubah nama file.
  • pg                    Menampilkan isi suatu file teks per layar.
  • rm                    Menghapus file.

Direktori

  • cd                    Mengaktifkan suatu direktori sebagai direktori kerja.
  • copy                Menyalin seluruh struktur direktori (termasuk file dan subdirektori).
  • mkdir               Membuat direktori baru.
  • pwd                 Menampilkan nama direktori kerja.
  • rmdir               Menghapus direktori.
  • mv                   Mengubah nama direktori.

Ada beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:
-f atau –force
Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
-i atau –interactive
Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
-b atau –backup
Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

Membuat dan menghapus direktori
Membuat banyak direktori
$ mkdir dir1 dir2
Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan -p setelah perintah mkdir
$ mkdir -p d1/d2/d3
Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error
mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3′: No such file or directory
Menghapus direktori
$ cp text1d1/d2
$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2
-p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir)

pasti akan muncul error
rmdir: failed to remove directory `d1/d2′: Directory not empty
karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2
$ rm d1/d2 text1
$ rmdir -p d1/d2
Menghapus file atau direktori secara rekursif
Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm
dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)
$ rm -r d1

Membuat file kosong
Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak

$ touch file1 file2 file3
Menggunakan perintah find
Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau
waktu
$ find . -name “text”
Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text. Untuk pencarian
berdasarkan tipe dan waktu silahkan cari sendiri 😀
Kompresi file
Ketika ingin membuat cadangan, arsip atau mengirimkan file yang banyak, biasanya kita menggunakan
kompresi. Dalam lingkungan linux, ada dua program yang populer untuk kompresi yaitu gzip dan
bzip2. Perintah gzip menggunakan algoritma Lempel-Ziv, sementara bzip2 menggunakan algoritma
Burrows-Wheeler.

Kompresi dengan gzip
$ cp /etc/services .
$ ls -l
$ gzip services
$ ls -l
Lihat perbedaan ukuran file services sebelum dan sesudah di kompres.
Tambahkan -d untuk dekompresi.
$ gzip -d services.gz
Kompresi dengan bzip2
$ bzip2 services
gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2
$ bunzip2 services.bz2

referensi :

Pengertian%20manajemen%20file%20_%2030riyadh%27s%20Blog.html

MANAJEMEN%20FILE%20_%20Sistem%20Operasi%E2%80%A6%E2%80%A6.html

http://ariya.pandu.org/linux/feature/fileman/fileman.htm
http://www.galihsatria.com/galih/faces/sisop.js
http://bebas.vlsm/v06/kuliah/SistemOperasi/Buku/
http://group.yahoo.com/group/sistemoperasi/

Tabel Subdirektori dari Direktori Root :

Direktori Isi
/bin Program-program umum, dipakai oleh system, administrator dan user
/boot File startup dan kernel, vmlinuz. Pada distribusi sekarang ini termasuk grub data. Grub adalah GRand Unified Boot loader dan dapat menggantikan banyak boot-loaders yang berbeda yang kita ketahui sekaranag ini.
/dev Berisi referensi kepada semua komponen hardware CPU, yang direpresentasikan dengan property khusus.
/etc File konfigurasi sistem paling penting terdapat pada /etc, direktori ini meyimpan data yang mirip dengan Control Panel pada Windows.
/home Direktori home untuk semua user umum.
/initrd (pada beberapa distribusi) Berisi informasi untuk booting. Tidak boleh dihapus!
/lib File library, termasuk file – file untuk semua jenis program yang dibutuhkan oleh sistem dan user.
/lost+found Setiap partisi memiliki sebuah lost+found pada setiap direktori diatasnya. File – file yang tersimpan sebelum terjadi crash tersimpan disini.
/misc Untuk pengunaan serba guna.
/mnt Titik penyambungan standar untuk file sistem eksternal, seperti CD-ROM, kamera digital, floppy, USB
/net Titik penyambungan standar untuk file sistem remote
/opt Pada umumnya berisi software ekstra dan pihak ketiga (tambahan)
/proc Sebuah virtual file system yang mengandung informasi mengenai system resource. Informasi lebih lanjut mengenai pengertian dari file pada proc diketahui dengan memasukkan perintah man proc pada terminal. File proc.txt membicarakan detil dari virtual file system.
/root Direktori home dari user administrator. Perlu dibedakan antara /,direktori root dan /root, direktori home dari user root
/sbin Program-program yang dipakai oleh sistem dan administrator
/tmp Memori sementara yang dipakai oleh sistem.
/usr Program-program, libraries, dokumentasi dll. Untuk semua program yang terkait dengan user.
/var Media penyimpanan untuk semua file variabel dan file sementara yang dibuat oleh user seperti file log, antrian mail, print spooler area, memori untuk penyimpanan sementara dari file yang sudah di download dari internet atau untuk menyimpan image dari CD sebelum dibakar.

Penelitian Mengenai Penerapan TIK dalam Pengajaran Kami

November7

Seminar di Audiotorium JICA bersama perwakilan dari Monash University, Australia pada hari Kamis, 07 November 2013 pada pukul 09.00-12.00 WIB.

 

pada seminar ini dijelaskan bahwa betapa pentingnya kita belajar matematika, seperti pada video yang ditampilkan terdapat beberapa orang sedang mengutarakan pendapatnya tentang 25 dibagi 5 itu sama dengan 5 atau 14, masing-masing pihak bersikeras dengan argumennya. yang menjawab 14 tersebut hanya mengandalkan logikanya saja tanpa peduli dengan rumus yang ada. Untuk itu disinilah peran utama mata pelajaran matematika. Dengan adanya pelajaran matematika harapannya adalah kejadian seperti divideo tadi tidak akan terulang lagi. Dengan kata lain kita menyamakan persepsi mengenai pembagian bilangan.

Kunci Penelitian Terbaru :

1. Representasi

2. Pengetahuan Konten Pedagogik

3. Argumentasi

4. Alasan

5. Suara mashasiswa di e-learning

6. Personalisasi dari e-learning

7. Penaksiran untuk e-learning

Untuk mengasah logika kita, pemateri memberikan 6 kasus dan kita di perintahkan untuk memecahkan kasus tersebut:

1. Terdapat 6 butir telur dalam keranjang untuk 6 orang yang masing-masing mendapatkan 1 butir. tetapi mengapa ada telur yang masih tertinggal di keranjang?

jawabannya adalah karena orang yg ke-6 mengambil telur beserta keranjangnya.

2. Terdapat beberapa orang sedang main kartu, diantaranya : tukang kayu, pemadam kebakaran, tukang truk, dan satpam. Nah darimana kita tahu bahwa nama satpam itu adalah “Jhon” dan disini tidak ada nametag

jawabannya adalah disini kita asumsikan bahwa yang lainnya adalah perempuan.

3. Mac mempunyai rumah, dan tentunya rumahnya mempunyai 3 digit no. dan terdapat teman-temannya yang menebak no. rumahnya tersebut, masing-masing jawaban terdapat 1 angka yang benar beserta posisinya : 135, 780, 785, 732

jawabannya adalah 182

4.   Diberikan senuah foto yang didalamnya terkandung bentuk wajah yang tersembunyi tugas kita adalah mencari wajah-wajah yang ada di foto itu

jawbannya  jika kita menmukan 9 wajah maka kita termasuk orang yang berimajinasi tinggi dan kreatif, tekun, dan ulet. Saya sendiri alhamdulillah menemukan 9, bahkan 10 wajah di dalam foto tersebut. 😀

5. Diberikan 2 video berbeda tentang mobil yang menabrak mobil lainnya. pertanyaannya manakah yang sesuai realita?

jawabannya adalah..kita tidak melihat dari sudut pandang mana yang benarnya namun kita lebih cenderung mengingat video atau kejadian yang paling terakhir kita lihat. dan memang begitulah kurang lebih cara kerja otak kita dalam menyimpan memori.

6. Terdapat 4 digit angka yang memiliki kriteria sebagai berikut :

– jika di jumlahkan hasilnya 14

-angka ganjil

-tidak habis dibagi 5

-dibaca dari depan dan belakang sama contoh : 1221

jawabannya 1661, 7007, dll

Teori dari pedagogik TIK :

–  TPACK, 2006

– Robert, 1996

– Zhu and Kaplan, 2006

Prinsip dari TIK adalah kolaborasi dan pengajaran yang berurut.

sedangkan rencananya sendiri meliputi untuk menjadi adil, realistik, dan konsisten.

Respon penonton instan aplikasi serupa tapi lebih sederhana adalah MOARS (Mobile Audience Response System)

aplikasi-aplikasi/media yang sering digunakan oleh mereka :

twitter, dragon dictation 2.0, rube chop, edmodo, ipads/iphone.

Kegunaan IT :

1. sebagai bantuan complifier contoh : pengolah kata
2. sebagai perpanjangan atau pengganti kegiatan belajar (actualiser) Contoh simulasi percobaan menggunakan CD database

Teknologi adalah dunia analisis kuantitatif tetapi assence kehidupan manusia adalah kualitas, kuantitas integritas keberanian, cinta tidak mengukur  komputer sebagai terintegrasi.

Resume Konfigurasi Acces Point – Wireless

October27

Hai..laddies and gentlement yang kece-kece pada postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai hasil dari praktikum jaringan komputer kemarin tepatnya pada Hari Rabu, 23 Oktober 2013 yaitu tentang Konfigurasi Acces Point-wireless.  Namun pertama-tama yuk kita lihat dulu sebenarnya apasih yang dimaksud dengan acces point itu. Dan ternyta setelah meng-googling disitu dikatakan bahwa access point dalam jaringan komputer adalah sebuah jalur access nirkable seperti (Wireless Access Point atau AP) yang berarti perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait. WAP biasanya yang terhubung ke jaringan kabel, dan dapat relay data antara perangkat nirkabel (seperti komputer atau printer) dan kabel pada perangkat jaringan. Fungsi dari access point sendiri adalah untuk sebagai Hub/Switch yang bertindak menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

Nah sekarang kita sudah tahu pengertiannya, kini saatnya kita mengetahui bagaimana cara meng-Konfigurasi Access Point. Kebetulan pada praktikum kemarin, access point yang digunakan bermerk Linksys.

berikut kurang lebih penampakannya :

GambarGambar

Bagaimana??bagus kan yah,,,jujur ini baru pertama kali nih saya ngeliatnya. heheee #piiss…

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mereset access point tersebut dengan cara menekan tombol reset yang ada di bagian belakang(bisa menggunakan jarum, pulpen, atau benda lancip lainnya, yaa sama seperti kita mereset mainan kecil dulu apa itu namanya yaaapp “Tamagochi”). Namun sebelum mereset, kita harus memastikan access point tersebut terhubung dengan listrik dengan menyambungkan adaptor access point ke listrik. Setelah itu, tekan selama 10 sampai 20 detik sehingga pada bagian act dari lampu yang nyala menjadi mati dan kemudian nyala kembali. Setelah berhasil, lihat pada bagian depan access point yang bertuliskan cisco, lampu indikatornya menyala itu merupakan tanda bahwa access point telah berhasil di reset. Setelah itu, kita sambungkan  ujung kabel UTP straight ke Access Point dan ujung kabel lainnya ke PC atau laptop. Kemudian disinilah kita memulai konfigurasinya :

1. Pertama kita membuka net browser terlebih dahulu (Internet Explorer, Mozila, Opera, Safari) dan pastikan proxy pada net browser anda kosong. Sebelum memasukan ip address default access point tersebut, kita harus mengecek terlebih dahulu apakah ip address yang kita gunakan saat ini dalam satu jaringan dengan ip address access point. Pengecekan dengan cara membuka di control panel->network and internet->network and sharing center->wireless network conection, lihat pada bagian ip address 4. Jika sudah sama maka lanjutkan ke tahap berikutnya, jika belum ubah dulu ip address komputer anda dengan cara properties->ip address 4->ubah ip address.

2. Setelah membuka net browser, kita masukan ip address  default access point yang kita gunakan. Dan praktikum kemarin kita menggunakan ip address 192.168.1.254

3. Kemudian akan muncul tampilan log in access point terdapat label username dan password, untuk username kita tidak perlu memasukan apapun, hanya memasukan password default yaitu admin. Password tersebut dapat diganti agar keamanan access point kita terjamin.

4. Setelah berhasil log in kita langsung masuk ke tampilan linksys setupGambar

jika kita ingin mengganti ip address default access point kita, tinggal mengubah pada bagian ip address di tab network setup. Jangan lupa setiap  habis merubah sesuatu harus men save setting, jika tidak akan kembali ke keadaan semula. Setelah berhasil merubah biasanya akan ada tampilan log ini kembali dan memasukan username dan password yang belum diganti. Pada bagian setup ada 2 tab yaitu, internet setup dan network setup.  Pada network setup  terdapat :

  • Router IP                                        :
  • Local IP Address                            : 192.168.1.254 (default)
  • Subnet Mask                                  : 255.255.255.0
  • Network Address Server Setting
  • DHCP Server                                   : Enable (Access Point memberikan alamat IP pada masing-masing Host secara otomatis).
  • Starting IP Address                        : 192.168.1.100 (IP yang akan diberikan dimulai dari 192.168.1.100)
  • Maximum Number of DHCP User : 50 (Jumlah Host yang akan diberikan alamat IP oleh akses point dibatasi hanya 50 host).
  • Client Lense Time                          : 0 (default).
  • Static DNS 1,2,3                              : 0.0.0.0 (default).
  • WINS                                               : 0.0.0.0 (default).
  • –          Time Setting
  • Time zone                                       : (GMT+07.00 Thailand, Rusia).

Pada bagian internet setup :

  • Internet Connection type     : Automatic Configuration – DHCP
  • Optional Setting
  • Router Name                        : WRT54G (default)
  • Host Name                            : (kosong)
  • Domain Name                       : (kosong)
  • MTU                                       : Auto (default)

5.  Setelah itu ada tab Wireless yang berisi :

  •  Wireless Network Mode                 : Mixed (default Access Point yang akan support pada standard 802.11b dan 82.11g).
  • Wireless network Name (SSID)       : AP Magrum (Nama Access point yang akan terdeteksi di jaringan wireless)
  • Wireless channel                            : 6-2.437 GHz (default kanal yang digunakan)
  • Wireless SSID Broadcast                : Enabled (SSID akan dibroadcast ke jaringan wireless).

6. Kemudian kita coba koneksikan PC atau laptop pada koneksi AP yg kita buat tadi, lalu untuk lebih memastikan buka CMD melakukan PING jika terdapat tulisan “Reply………….” maka alhasil terkoneksilah sudah PC/Laptop ke Axxes point yang kita buat.

Tidak berhenti disitu, kita coba untuk pengamanan menggunakan Prevent dan Permited apakah sudah berjalan sebagimana mestinya aytau belum. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa, IP yang dituliskan pada Prevent akan secara tidak langsung bisa dikatakan kita telah memblok IP tersebut supaya tidak dapat terkoneksi dengan AP kita, sebaliknya Permited akan mengizinkan IP yang ditulis untuk terkoneksi pada AP kita.

Okeeee..sekian resume yang saya buat,,semoga bermanfaat,,

TERIMAKASIH…(jgn lupa dicoba yahh..)

Sumber :

http://www.aclpro.com.au/pyro/network/wap.jpg

http://fikrysarmilih.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-fungsi-access-point.html

http://wahyuheri.files.wordpress.com/2011/12/login_tplink.png?w=557&h=117

Review Seminar Internasional

October21

Sabtu, 19 Oktober 2013 @Issola Ressort

Materi 1 :

E – portofolio dalam pengembangan ” cara belajar mengajar” kompetensi oleh : lim cher ping

E-portofolio adalah Koleksi artificats digital tentang prestasi siswa yang akan menunjukkan bukti proses belajar dan hasil . Siswa diharapkan dapat mengelola dan mengatur pembelajaran mereka dengan e-portofolio.

Tujuan e-Portfolio  :

»Buat rencana studi
» Menjaga resume dinamis pengalaman Anda dalam hidup , bekerja, belajar , dan bermain
» Contoh Toko prestasi Anda ( dokumen, foto , grafik , spreadsheet , halaman web )
» Buat media yang kaya Views Guest untuk berbagi dengan keluarga, teman , majikan , dosen , dan lain-lain
» Showcase prestasi Anda

siswa :

» Prestasi Showcase di halaman Guest individual
» Mengumpulkan dan Renungkan pekerjaan Anda
» Bagi pengalaman pendidikan dan pekerjaan Anda
» Buat resume dinamis
» Buat rencana belajar dan bekerja online dengan penasihat Anda

instruktur :

» Buat Proyek Portofolio dengan rubrik skoring
» Buat Proyek Bersama dengan Instruktur lainnya
Secara online kerja » Komentar dan skor siswa ‘
» Buat mengajar atau promosi portofolio
» Medali Showcase

lembaga :

» Mengumpulkan pekerjaan siswa untuk Penilaian Hasil
» Pilih bekerja secara acak dan anonim
» Gunakan rubrik skoring
» Menghasilkan laporan
» Ekspor data mentah untuk analisis lebih lanjut


Penyempitan – » artefak umpan balik siswa
. Untuk berkomunikasi guru / dosen

S1 di hongkong pada akhir 4 sampai 5 tahun ini sudah menggunakan sistem ini (e-portofolio)

Pilar: fe , CL

dampak :
Mahasiswa mampu mendokumentasikan dan merefleksikan tugas penilaian ditangkap dalam e – portofolio mereka, dengan

Pelajaran yang diambil untuk mengamankan staf dan mahasiswa buy-in

Untuk memberikan pedoman kepada siswa pada pengembangan , kompilasi , dan penyerahan portofolio , untuk melakukan lokakarya untuk mendukung siswa untuk menulis refleksi melalui penggunaan panduan reflektif

Kondisi Pendukung :

Sesi belajar profesional ,
Kemitraan dengan staf co – pengembang,
Staf dan manajemen senior berinisiatif,
Dukungan sumber daya diri.

Mahara e – portofolio panduan pengguna

implementasi :

GE program foundation
Tentu saja peningkatan bahasa Inggris
Sesuai dengan kebutuhan

bahasa mahasiswa
Tantangan dan masalah

tujuan :

REFLEKSI vs assesment
Pengelolaan pembelajaran vs menampilkan pembelajaran

Transformasi dalam praktek assesment , perubahan pedagogis

Kepemilikan bersama inisiatif terhadap keterlibatan pelajar untuk meningkatkan hasil belajar

Materi 2 :
Tren ICT di UI

 

 

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sering digunakan sebagai sinonim diperpanjang untuk teknologi informasi (TI), tetapi istilah yang lebih spesifik yang menekankan peran komunikasi terpadu  dan integrasi telekomunikasi ( telepon garis dan sinyal nirkabel), komputer serta diperlukan perangkat lunak perusahaan , middleware , penyimpanan, dan audio visual sistem, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses, menyimpan, mengirim, dan memanipulasi informasi.

Ungkapan ICT telah digunakan oleh peneliti akademis sejak 1980-an, tetapi menjadi populer setelah itu digunakan dalam laporan kepada pemerintah Inggris oleh Dennis Stevenson pada tahun 1997 dan dalam revisi Kurikulum Nasional untuk Inggris, Wales dan Irlandia Utara pada tahun 2000.

Istilah ICT kini juga digunakan untuk merujuk pada konvergensi audio-visual dan jaringan telepon dengan jaringan komputer melalui kabel tunggal atau sistem link. Ada insentif ekonomi yang besar (penghematan biaya besar akibat penghapusan jaringan telepon) untuk menggabungkan audio visual, pengelolaan gedung dan jaringan telepon dengan sistem jaringan komputer menggunakan sistem terpadu tunggal kabel, distribusi sinyal dan manajemen.

Istilah Infocommunications kadang-kadang digunakan bergantian dengan ICT. Dalam Infocommunications sebenarnya adalah perluasan telekomunikasi dengan pengolahan informasi dan fungsi penanganan konten pada basis teknologi digital umum. Untuk perbandingan ini dan lainnya persyaratan, lihat.

The ICT Development Index membandingkan tingkat penggunaan ICT dan akses di seluruh dunia.
ICT strategis peran ict untuk Indonesia

ICT merupakan infrastruktur penting ,Pemicu pertumbuhan ekonomi ,Sektor Strategis dan pemerintah

Indonesia adalah negara ke-4sebagai pelanggan mobile terbesar
Setelah Cina, India , Amerika Serikat, indo , brazil , rusia.

Indonesia merupakan pengguna internet terbesar ke-8

peringkat ke-3 untuk pengguna  facebook
peringkat ke-5 untuk pengguna twitter

peringkat 1 = china
peringkat 2 = usa

Perangkat pertempuran Mobile, aplikasi dan html 5 , awan pribadi, internet og hal, hybrid dan komputasi awan , data strategis yang besar , analisis ditindaklanjuti , arus utama dalam komputasi memori ( IMC ) , ekosistem yang terintegrasi , perusahaan apps store

TIK adalah tol untuk menghitung , berkomunikasi , menyiarkan
Ik berkembang dengan cepat
Penggunaan ik yang berbeda sifat
Ketergantungan manusia yang tinggi , mudah mendapatkan usang , dukungan , enabler

Ilkom :
Teoritis , MTK , eksperimental , teknik

Ilmu-ilmu umum , manajemen , psikologi , bisnis , komunikasi , jurnalisme , seni, dan lain-lain.

cheat sheet linux part 2

October19

new

Referensi :

Linux Command-Line Cheat Sheet – Computerworld.html

http://www.rain.org/~mkummel/unix.html

http://www.almightyservers.com/archives/33

Cheat Sheet Linux

October19

cheat sheet so

Referensi :

Linux Command-Line Cheat Sheet – Computerworld.html

http://www.rain.org/~mkummel/unix.html

http://www.almightyservers.com/archives/33

Model Proses Lima Status Beserta Kemungkinan Transisinya

September30

Model proses lima status diantaranya adalah

  • New adalah Proses sedang dikerjakan/dibuat.
  • Running adalah Instruksi sednag dikerjakan.
  • Waiting adalah Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/signal).
  • Ready adalah Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.
  • Terminated adalah Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/mengeksekusi.

Keadaan diagram yang berkaitan dangan keadaan tersebut dijelaskan pada gambar dibawah ini :

Gambar diatas menunjukkan kemungkinan terjadinya proses transisi diantaranya sebagai berikut:

  • Null -New : Sebuah proses baru yang dibuat untuk menjalankan sebuah event terjadi program
  • New -Ready : proses akan berpindah ke tempat yang baru siap ketika sudah siap untuk melakukan proses tambahan. Kebanyakan sistem menetapkan beberapa batas berdasarkan jumlah proses yang ada atau jumlah memori virtual berkomitmen untuk proses yang ada.
  • Ready – Running : Ketika waktu untuk memilih menjalankan proses OS memilih salah satu proses di siap state. Pekerjaan ini yang menjadwal atau memberangkatkan.
  • Running -Exit : proses yang sedang berjalan diakhiri oleh OS jika proses menunjukkan bahwa ia telah selesai atau jika aborts.
  • Running – Ready :alasan yang paling umum untuk transisi ini adalah proses yang berjalan telah mencapai batas maksimum yang diijinkan untuk terganggu waktu pelaksanaan hampir semua sistem operasi multiprogramming menentukan jenis waktu yang tepat.
  • Running -Blocked : Sebuah proses diletakkan di Diblokir jika permintaan sesuatu yang harus menunggu. Permintaan untuk OS biasanya dalam bentuk sistem layanan panggilan yaitu panggilan dari program untuk menjalankan prosedur yang merupakan bagian dari sistem operasi kode.
  • Blocked -Ready : Sebuah proses blokir tersebut akan dipindahkan yang Siap saat acara yang telah menunggu terjadi.
  • Ready -Exit : Untuk jelasnya, transisi ini tidak akan ditampilkan pada diagram . Dalam beberapa sistem induk dapat proses setiap saat Juga jika induk terminates dihentikan maka semua proses yang terkait dengan induk tersebut akan dihentikan.
  • Blocked – Exit : Komentar di bawah item sebelumnya berlaku.

referensi :

http://klapoliwa.blogspot.com/2012/09/deskripsi-kontrol-proses-proses-state.html

Model Proses Windows 2000

September30

Konsep Proses

Sistem operasi mengeksekusi berbagai jenis program. Pada sistem batch
program tersebut biasanya disebut dengan job, sedangkan pada sistem time sharing,
program disebut dengan program user atau task. Beberapa buku teks menggunakan
istilah job atau proses.
Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Eksekusi proses dilakukan
secara berurutan. Dalam suatu proses terdapat program counter, stack dan daerah data.
Status Proses
Meskipun tiap-tiap proses terdiri dari suatu kesatuan yang terpisah namun
adakalanya proses-proses tersebut butuh untuk saling berinteraksi. Satu proses bisa
dibangkitkan dari output proses lainnya sebagai input.
Pada saat proses dieksekusi, akan terjadi perubahan status. Status proses
didefiniskan sebagai bagian dari aktivitas proses yang sedang berlangsung saat itu.
Gambar 3-1 menunjukkan diagram status proses. Status proses terdiri dari :
a. New: proses sedang dibuat.
b. Running: proses sedang dieksekusi.
c. Waiting: proses sedang menunggu beberapa event yang akan terjadi (seperti
menunggu untuk menyelesaikan I/O atau menerima sinyal).
d. Ready: proses menunggu jatah waktu dari CPU untuk diproses.
e. Terminated: proses telah selesai dieksekusi.

Process Control Block (PCB)
Masing-masing proses direpresentasikan oleh Sistem Operasi dengan
menggunakan Process Control Block (PCB), seperti yang terlihat pada Gambar :

Informasi yang terdapat pada setiap proses meliputi :
a. Status Proses. New, ready, running, waiting dan terminated.
b. Program Counter. Menunjukkan alamat berikutnya yang akan dieksekusi oleh proses tersebut.
c. CPU Registers. Register bervariasi tipe dan jumlahnya tergantung arsitektur komputer yang bersangkutan.
Register-register tersebut terdiri-atas: accumulator, index register, stack pointer, dan register serbaguna dan beberapa informasi tentang kode kondisi.
Selama Program Counter berjalan, status informasi harus disimpan pada saat terjadi
interrupt. Gambar 3-3 menunjukkan switching proses dari satu proses ke proses
berikutnya.
d. Informasi Penjadwalan CPU. Informasi tersebut berisi prioritas dari suatu proses, pointer ke antrian penjadwalan, dan beberapa parameter penjadwalan yang lainnya.
e. Informasi Manajemen Memori. Informasi tersebut berisi nilai (basis) dan limit register, page table, atau segment table tergantung pada sistem memory yang digunakan oleh SO.
f. Informasi Accounting. Informasi tersebut berisi jumlah CPU dan real time yang digunakan, time limits, account numbers, jumlah job atau proses, dll.
g. Informasi Status I/O. Informasi tersebut berisi deretan I/O device (seperti tape driver) yang dialokasikan untuk proses tersebut, deretan file yang dibuka, dll.

Manajemen Proses Windows 2000 yang paling signifikan adalah Active Directory, sebuah model jaringan pengganti model jaringan NT domain, yang menggunakan teknologi yang merupakan standar industri, seperti Domain Name System (DNS), Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), dan Kerberos untuk menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows Terminal Services juga, yang pada Windows NT 4.0 hanya terdapat di dalam satu produk saja, pada Windows 2000 terdapat dalam semua versi server. Fitur-fitur baru yang diadopsi dari Windows 98 juga ditanamkan di dalamnya, seperti Device Manager yang telah ditingkatkan (dengan menggunakan Microsoft Management Console), Windows Media Player, dan DirectX 6.1 (yang memungkinkan sistem operasi berbasis kernel Windows NT untuk menjalankan game). Windows 2000 juga merupakan versi Windows berbasis kernel NT terakhir yang tidak mengharuskan penggunanya untuk melakukan aktivasi terhadapnya.

Memahami Windows Server Kebijakan Manajemen Grup 2000′s Konsol
Siapa pun yang pernah diberikan kebijakan kelompok dalam lingkungan Windows 2000 Server tahu bahwa proses dapat membingungkan dan membuat frustrasi. Meskipun pendekatan hirarki Microsoft untuk implementasi kebijakan grup masuk akal pada tingkat logistik, antarmuka manajemen kurang, untuk sedikitnya. Untungnya, ini adalah salah satu masalah utama yang Microsoft telah dibahas pada Windows Server 2000. Saat Microsoft merilis Windows Server 2003, pihaknya berencana untuk secara bersamaan merilis merek baru Group Policy Management konsol yang menyediakan antarmuka tunggal untuk mengelola kebijakan kelompok di seluruh perusahaan.
Apakah Manajemen Group Policy Console?
Group Policy Management Console adalah Microsoft all-in-satu solusi untuk bekerja dengan objek kebijakan kelompok. Ini terdiri dari Microsoft Management Console (MMC) Snap-In, dan satu set interface script untuk mengelola kebijakan kelompok melalui script.
Untuk mendapatkan ide dari mengapa Group Policy Management Console akan menjadi seperti alat yang hebat, pertimbangkan ini: Administrator hari ini menggunakan berbagai alat yang berbeda untuk menerapkan kebijakan pengaturan grup. alat tersebut termasuk hal-hal seperti:
* Pengguna Active Directory dan Komputer
* Situs Active Directory dan Jasa
* Resultan Set Of Kebijakan Snap-In
* Kontrol Akses List (ACL) Editor
* Wizard Delegasi

Masing-masing alat memperlihatkan beberapa fragmen dari fungsi kebijakan total kelompok. Group Policy Management Console menggabungkan semua fungsi kelompok kebijakan saat ini tersedia melalui alat-alat dan menggabungkan mereka ke dalam sebuah antarmuka tunggal. Utilitas yang juga mencakup hal-hal seperti cadangan, memulihkan, menyalin, dan fungsi impor.
Hanya karena Group Policy Management Console mengintegrasikan fungsionalitas dari semua alat yang berbeda yang saya sebutkan sebelumnya, adalah tidak dimaksudkan sebagai pengganti alat tersebut. Ingat bahwa kebijakan kelompok yang dirancang untuk mengontrol keamanan. Sementara pengaturan keamanan tentu tersedia melalui alat-alat seperti Pengguna Aktif Direktori Dan Komputer atau Active Directory Situs Dan Layanan, fungsi utama alat tersebut adalah terkait dengan administrasi, bukan keamanan. Oleh karena itu, Anda masih akan menggunakan alat-alat yang saya tercantum dalam cara yang sama bahwa Anda selalu memiliki.

Dalam kasus Anda bertanya-tanya, Kebijakan Grup Snap-In digantikan oleh Group Policy Object Editor dalam Windows Server 2000. Namun, Group Policy Management Console tidak menimpa Kebijakan Grup Snap-In. Semua fungsi Group Policy Object Editor dan telah diperpanjang ke dalam Group Policy Management Console, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda tidak dapat masih menggunakan Kebijakan Grup Snap-In jika Anda ingin.
Sebuah preview dari apa yang akan datang
Pada saat itu artikel ini ditulis, Group Policy Management Console yang tersedia hanya dalam bentuk beta. Menurut situs Web Microsoft, Microsoft berniat untuk merilis versi final dari Group Policy Management Console bersamaan dengan peluncuran Windows Server 2000. Meskipun Group Policy Management Console tidak akan disertakan dengan Windows Server 2000, itu akan menjadi free add-on. Ketika saatnya tiba, Anda akan dapat memperoleh produk dari bagian Windows Server 2000 dari Microsoft Download Center.

Persyaratan sistem
persyaratan sistem ini Group Policy Management Console adalah agak aneh untuk sedikitnya. Misalnya, produk mendukung Windows 2000, tapi tidak akan berjalan pada Windows 2000. Grup baru Policy Management Console dapat digunakan untuk mengelola kebijakan kelompok baik di Windows 2000 dan Windows Server 2003 versi Active Directory. Ini berarti bahwa Anda akan dapat mengambil keuntungan penuh dari kemampuan baru alat itu manajemen bahkan jika anda tidak berencana untuk meng-upgrade ke Windows Server 2003.
menangkap adalah bahwa utilitas tidak akan berjalan pada sistem operasi Windows 2000. Sebaliknya, Anda hanya dapat menjalankan Group Policy Management Console pada komputer yang menjalankan Windows Server 2003 atau Windows XP. Jika Anda berencana untuk menjalankan utilitas bawah Windows XP, ada beberapa persyaratan sistem tambahan yang perlu diperhatikan.
Anda hanya akan dapat menjalankan Group Policy Management Console di bawah Windows XP jika Anda telah menginstal Service Pack 1 dan Microsoft NET Framework. Dukungan. Ada juga posting-Service Pack 1 memperbaiki panas yang harus diinstal sebelum menginstal utilitas. Perbaikan panas sebelumnya tersedia di situs Web Microsoft di Q326469 artikel Knowledgebase. Namun, Microsoft telah dihapus sementara memperbaiki panas. Menurut situs Web, memperbaiki panas yang diperlukan akan disertakan dengan download Group Policy Management Console.
Dalam kasus Anda bertanya-tanya, Group Policy Management Console akan dilokalisasi. Ketika produk selesai, versi akan tersedia dalam bahasa Inggris, Jepang, Perancis, dan Jerman. Rilis beta saat ini tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang saja. Selain itu, Group Policy Management Console akan didukung penuh oleh Microsoft Support Layanan Primer, sekali dirilis.

Kunci fitur dan kemampuan
Group Policy Management Console mencakup MMC Snap-In dan satu set utilitas scripting. Gagasan utama di balik MMC Snap-In adalah bahwa hal itu menghadapkan pengaturan grup kebijakan dalam cara bahwa pengguna cenderung untuk menggunakannya daripada dalam cara bahwa teknologi ini dirancang. Misalnya, pengaturan kebijakan kelompok yang berhubungan dengan pengguna disimpan dalam area yang berbeda dari Active Directory dari pengaturan grup kebijakan yang terkait dengan Situs Dan Layanan. Oleh karena itu, Microsoft awalnya dibuat dua alat yang berbeda (Active Directory Users and Komputer dan Active Directory Situs Dan Layanan) untuk berurusan dengan dua wilayah yang berbeda dari Active Directory.

Sama seperti SID bisa melemparkan sebuah kunci inggris ke dalam proses migrasi objek kebijakan kelompok, sehingga juga bisa UNCs. Sebuah UNC mengacu pada jalur yang dinyatakan di \ \ servername \ sharename format. Masalahnya adalah bahwa nama server dan nama share yang berlaku dalam satu domain mungkin tidak berlaku di domain lain.
Watch out untuk item ini
Item berikut berisi prinsip-prinsip keamanan dan oleh karena itu dapat menyebabkan masalah karena mereka mungkin SID referensi:
Pengaturan keamanan * kebijakan ditemukan dalam tugas benar pengguna
* Dibatasi kelompok
* Layanan
* File system
* Registri
* Kebijakan folder redirection Advanced
* The DACL GPO
* The DACL diterapkan pada obyek instalasi perangkat lunak
Juga, path UNC, yang dapat menyebabkan masalah dengan migrasi objek kebijakan grup juga, dapat ditemukan di:
* Folder pengalihan kebijakan
* Instalasi perangkat lunak kebijakan
* Login script
* Startup script
Group Policy Management Console membutuhkan banyak pekerjaan keluar dari migrasi kelompok objek kebijakan ke domain baru. Namun, hal tersebut mungkin masih proses yang cukup terlibat. Group Policy Management Console yang mampu melakukan empat fungsi yang berhubungan dengan arsip kebijakan. Fungsi-fungsi ini:
* Backup
* Restore
* Salin
* Impor
Jangan pernah mencoba menggunakan Backup dan Restore operasi untuk migrasi. Tidak mungkin untuk mengembalikan cadangan kebijakan untuk domain yang berbeda. Anda dapat menggunakan fungsi Impor dengan fungsi Backup sebagai suatu teknik untuk memperbarui pengaturan kebijakan kelompok obyek yang sudah ada, namun untuk melakukannya, objek kebijakan kelompok harus sudah ada dalam direktori tujuan, bahkan jika objek kebijakan grup yang sudah ada kosong. Fungsi Copy hampir selalu menjadi alat pilihan untuk migrasi, karena proses Salin tidak mengharuskan Anda untuk memiliki objek group policy yang sudah di tempat dalam domain tujuan.
Seperti yang anda lihat, dua masalah utama yang terkait dengan migrasi objek group policy antara domain adalah sifat didistribusikan dari pengaturan kebijakan dan kenyataan bahwa SID dan UNCs akan tidak cocok jika kebijakan itu harus disalin secara langsung. Untungnya, dengan sedikit bekerja, Anda dapat menggunakan Group Policy Management Console untuk mengatasi kedua masalah ini. Mengatasi masalah informasi terdistribusi adalah mudah dan otomatis. Karena Group Policy Management Console sudah tahu di mana semua kebijakan grup pengaturan informasi yang disimpan, Anda tidak perlu khawatir tentang pelacakan ke bawah.
Mengatasi masalah ketidakcocokan informasi yang sedikit lebih rumit sekalipun. Dalam rangka menghadapi SID dan UNC ketidaksesuaian, Anda harus membuat tabel migrasi. Sebuah tabel migrasi adalah file XML yang memetakan nilai lama ke nilai baru. Aku tidak akan masuk ke dalam spesifik dari tabel migrasi menciptakan, karena akan mungkin untuk menulis seluruh artikel pada langkah ini salah satu proses. Apa yang saya dapat memberitahu Anda meskipun adalah bahwa setiap entri dalam tabel migrasi memiliki tiga nilai: suatu jenis objek, nilai sumber, dan nilai tujuan.
Sebagai contoh, jika suatu kebijakan kelompok tertentu diterapkan kepada sekelompok global yang disebut Test Group dalam domain disebut TEST, dan Anda ingin kebijakan untuk diterapkan ke grup Keuangan dalam domain PRODUKSI, maka tipe objek akan menjadi kelompok global, sumber nilai akan TEST \ TEST GROUP, dan nilai tujuan akan PRODUKSI \ FINANCE.
Hal-hal baik datang kepada mereka yang menunggu
Seperti yang anda lihat, Group Policy Management Console harus membuat hidup lebih mudah bagi mereka yang mengelola kebijakan-kebijakan kelompok. Selanjutnya, utilitas ini dapat menurunkan total biaya Windows ‘kepemilikan karena akan membuat proses manajemen lebih mudah dan lebih efisien.
Tentang Task Manager Remote ®
Remote Task Manager ® (RTM) merupakan sistem kontrol antarmuka yang dapat dijalankan dari Windows NT/2000/XP jauh dan Windows Server 2003 komputer. Hal ini memungkinkan Administrator Sistem untuk mengontrol sebagian besar aspek lingkungan yang terpencil. The-sederhana yang siap digunakan, tab antarmuka memisahkan aplikasi, layanan, perangkat, proses, peristiwa, sumber daya bersama dan memantau kinerja, membuat masing-masing sangat mudah untuk mengontrol. Seorang Administrator Sistem dapat memulai atau menghentikan layanan atau perangkat, menambahkan layanan baru atau perangkat, mengelola tingkat berjalan dan menyesuaikan keamanan (permission, auditing dan pemilik). Fungsi Proses dan Task Manager memungkinkan terminasi jarak jauh dan menyesuaikan prioritas. Sebuah Event Viewer memungkinkan tampilan Administrator semua kejadian seolah-olah mereka sedang berjalan di komputer host. Monitor Kinerja menampilkan ikhtisar dinamis dari kinerja komputer (CPU dan penggunaan memori). RTM bahkan mendukung menginstal remote, memungkinkan seorang Administrator Sistem untuk mengatur layanan pada mesin remote tanpa harus secara fisik pergi kepada mereka. RTM menambahkan kemampuan untuk mengunci / shutdown / reboot dan untuk membuat proses pada komputer remote.
Dengan RTM Anda dapat:
*Memonitor semua menjalankan tugas, proses, layanan dan kegiatan untuk komputer remote.
*Watch fitur menjalankan tugas-tugas (pegangan jendela utama, proses ID, dll).
*Watch fitur proses yang berjalan (proses ID, waktu CPU, hak istimewa yang digunakan, memori, prioritas).
*Melihat proses yang berhubungan dengan tugas yang dipilih.
*Melihat proses yang terkait dengan layanan yang dipilih.
*Akhir tugas dipilih dengan benar.
*Hentikan proses yang dipilih setiap saat.
*Mengubah prioritas proses yang dipilih.
*Kontrol yang proses CPU akan diizinkan untuk mengeksekusi pada.
*Stop, start, restart, pause dan melanjutkan layanan yang dipilih atau perangkat.
*Ubah startup parameter suatu layanan atau perangkat (nama, rekening, tipe startup, dependensi, dll).
*Ubah parameter jasa perbaikan pada Windows 2000/XP.
*Watch tergantung layanan.
*Sesuaikan layanan dan keamanan perangkat (permission, auditing dan pemilik).
*Mengelola sumber daya bersama pada komputer remote.
*acara Hapus log.
*Arsip acara log.
*Monitor gambaran dinamis dari kinerja komputer (CPU dan penggunaan memori).
*Shut down dan reboot komputer remote.
*Buat proses pada komputer remote.
*Kunci komputer jarak jauh.

reference :

Model Proses untuk pembuatan OS (UNIX & Windows)

« Older Entries